Desa Pakembaran merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Warungpring Kabupaten Pemalang. Desa ini memiliki potensi wilayah dengan pemandangan indah yang bernama Bukit Buluwayang. Buluwayang memiliki sebuah mitos yang dipercaya oleh masyarakat ketika desa akan mengadakan sebuah pagelaran kebudayaan seperti wayang kulit. Penamaan Buluwayang sendiri berasal dari adanya pohon kapuk di area bukit itu sebagai “bulu” dan “wayang” karena adanya pagelaran wayang di bukit tersebut. Ketika dimulainya pagelaran akan muncul sebuah energi spiritual negatif di area tersebut yang berimbas ke dalang wayang itu sendiri. Maka dari itu, ketika akan diadakan sebuah pagelaran wayang kulit masyarakat akan langsung menolak adanya pagelaran tersebut karena takut akan terjadi lagi mitos buluwayang yang pernah terjadi. Cerita itulah yang membuat bukit tersebut dinamai sebagai Bukit Buluwayang.
Dikarenakan ingin memanfaatkan potensi wilayah yang ada di Desa Pakembaran, kami selaku Tim KKN Desa Pakembaran dengan beranggotakan 8 mahasiswa yang terdiri atas Alaina Azizah (Fakultas Kesehatan Masyarakat), Alfira Santi Kurnia Dewi (Perencanaan Tata Ruang dan Pertanahan), Alvia Zaharani (Fakultas Kesehatan Masyarakat), Dhimas Adi Dwi Priyanto (Teknik Infrastruktur Sipil dan Perancangan Arsitektur), Dimas Adi Pradana (Akuntansi Perpajakan), Doni Pratama Siregar (Fakultas Hukum), Faiz Hilmi Yufi (Fakultas Sains dan Matematika), dan Safira Azra Larasati (Fakultas Ekonomika dan Bisnis) membuat sebuah gebrakan dengan membuat perancangan potensi wilayah Desa Pakembaran yang berlokasi di Bukit Buluwayang menjadi bangunan Pekan Masyarakat.
Alasan kami ingin merancang bangunan Pekan Masyarakat di Bukit Buluwayang tersebut adalah karena Kepala Desa merasa bukit tersebut memiliki potensi untuk dijadikan destinasi wisata. Sebenarnya, Kepala Desa sudah memiliki sebuah rancangan master plan di lapangan tersebut untuk dijadikan sebagai Bumi Perkemahan. Namun, sangat disayangkan apabila potensi wilayah tersebut yang memiliki pemandangan alam yang sangat indah hanya dijadikan Bumi Perkemahan. Maka dari itu, kami memberi saran untuk menjadikan Bukit Buluwayang sebagai tempat pekan masyarakat. Dhimas, salah satu anggota tim KKN dari Sekolah Vokasi yang berkonsentrasi di bidang arsitektur yang juga memiliki andil dalam tim untuk merancang desain dari pekan masyarakat ini merasa sangat senang dapat turut membantu mengembangkan Bukit Buluwayang sebagai salah satu potensi wilayah yang ada di Desa Pakembaran dengan mengubahnya menjadi pekan masyarakat. “Saat melakukan survei di Bukit Buluwayang, saya merasa Bukit Buluwayang memiliki pemandangan yang sangat indah sehingga memiliki nilai tinggi untuk pengadaan pekan masyarakat. Antusiasme warga terhadap pagelaran acara yang dilaksanakan oleh perangkat desa disini juga sangat tinggi sehingga sangat bagus apabila tim kami mencoba membuat pekan masyarakat dengan konsep seperti pasar minggu pagi di kota. Tidak hanya sekadar pasar minggu pagi, namun saya juga mencoba menyediakan tempat di dalam desainnya untuk menikmati pemandangan dan suasana disana dengan pengadaan tempat untuk bersantai dan berjualan seperti food court dengan harapan dapat memberi kehidupan di tempat tersebut”, ucap Dhimas.

Dalam penyusunan rancangan pekan masyarakat ini, kami melakukan pengumpulan data dan informasi mengenai desa dan Bukit Buluwayang untuk dijadikan sebagai acuan kami dalam menyusun rancangan tersebut. Setelah mendapatkan seluruh informasi yang dibutuhkan, kami mulai melakukan perancangan sesuai dengan data-data yang telah kami dapatkan. Dalam rancangan yang kami buat, didalamnya terdapat sebuah bangunan yang berfungsi sebagai tempat perkumpulan warga. Bangunan tersebut juga bisa dijadikan sebagai tempat untuk mengadakan event kemasyarakat. Di samping bangunan juga akan dibangun coffee shop bagi pengunjung yang memiliki ketertarikan terhadap kopi. Selain itu, terdapat juga food court sebagai tempat bagi warga yang ingin merasakan kuliner sembari menikmati pemandangan. Di tengah lahan juga terdapat lapangan yang rencananya akan dialihfungsikan menjadi tempat pagelaran maupun untuk kegiatan perlombaan. Lalu di sisi tepi Lapangan Buluwayang ditaruh kursi tanpa meja dan juga ada kursi dengan meja bagi warga yang ingin beristirahat. Bukan hanya rancangan desain yang dibuat, namun kami juga mencoba membuat rancangan anggaran biaya dari pekan masyarakat ini agar dari pihak desa dapat mengetahui gambaran biaya yang dibutuhkan untuk merealisasikan pekan masyarakat ini. Untuk alokasi anggaran kebanyakan dipakai untuk material dalam mendirikan bangunan dua tingkat.
Tim KKN Undip Desa Pakembaran berharap nantinya rancangan pekan masyarakat yang telah dibuat dapat menaikan nama Desa Pakembaran dan bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan Lapangan Buluwayang menjadi wisata yang dikenal oleh masyarakat luas.

